Cyber Security Indonesia

Cyber Security Indonesia

Menurut terminologinya, cyber security Indonesia 2017 merupakan kegiatan untuk menjaga sumber daya telematika untuk mencegah terjadinya kejahatan cyber seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan seperti halnya cyber crime, spektrum aktivitas cyber security juga sangat luas.

Cyber Security Indonesia

Proses pengerasan keamanan biasanya mencakup masalah teknis, seperti keamanan jaringan, sistem operasi, keamanan data dan kode sumber aplikasi. Dalam Lembaga keuangan serta telekomunikasi kini sudah sering sekali mengecek secara rutin dan menyewa konsultan keamanan untuk melakukan kegiatan ‘penetration testing’.

Tes Pen dilakukan untuk menguji sejauh mana sistem mereka dapat bertahan terhadap serangan yang akan mengeksploitasi sistem. Biasanya ‘tes’ ini diikuti oleh sejumlah perbaikan yang direkomendasikan pada titik-titik kerentanan yang terdeteksi.

Namun, terlepas dari sisi teknis, kegiatan terkait keamanan juga harus mencakup pengamanan terhadap ancaman dari personil internal. Harus ada sejumlah protokol atau SOP yang akan dilakukan oleh personilnya. Padahal, bisa dikatakan personel internal merupakan faktor ancaman keamanan tertinggi dibanding masalah teknis.

Apa Edward Snowden, seorang karyawan NSA yang mencuri dan membocorkan data penyadapan NSA, adalah contoh sempurna. Dalam hal sumber daya manusia, praktisi keamanan cyber ini dapat dikelompokkan menjadi setidaknya 3 kelompok:

1. Analis Keamanan
Ditugaskan untuk memetakan ancaman keamanan potensial, kemudian memberikan rekomendasi untuk mitigasi terhadap ancaman potensial.

2. Spesialis Forensik
Sesuai namanya, spesialis forensik ini bertugas melakukan penyelidikan setelah terjadi insiden kebocoran keamanan. Seorang spesialis forensik harus memiliki kemampuan teknis untuk mencari dan memetakan jejak yang ditinggalkan oleh pelaku, untuk dapat melacak dan menemukan pelaku.

3. Hacker / Hacker
Istilah hacker telah mengalami distorsi makna, dimana seolah-olah tindakan hacking adalah tindak pidana bila tidak sepenuhnya seperti itu. Hacker sendiri merupakan istilah yang diberikan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan melakukan tindakan eksploitasi terhadap sistem telematika dengan berbagai cara.

Untuk menjadi hacker ‘magis’ membutuhkan kemampuan teknis yang luar biasa. Mulai dari pemahaman mendalam tentang sistem komunikasi data, perilaku sistem operasi, kemampuan membaca kode sumber dan kemudian melakukan reverse engineering, pemetaan mekanisme pengolahan data dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *